Sudah Belajar Kok Belum Berhasil Ya???

Posted on Posted in Uncategorized

Banyak yang mengeluh “Kak, Saya kan udah belajar tapi kok nilainya jelek ya?” atau “Kak, Saya kan udah belajar tapi kok gak lulus ya?” Mungkin pertanyaan-pertanyaan seperti ini sering menggelayut di benak kita masing-masing. Sebagai pengajar kakak juga sering melihat fenomena ini banyak siswa-siswi yang (terlihat) belajar tapi kemudian menemui kenyataan kalau nilainya masih di bawah “garis kemiskinan”, remedial, atau bahkan tidak lulus untuk mencapai jurusan atau program tertentu. Kenapa demikian?

Hmm, ada beberapa kemungkinan sih yang bisa menjadi penyebab kegagalan belajar tersebut. Beberapa kemungkinan yang menyebabkan ketidakefektivan belajar itu di antaranya adalah sbb:

  1.  Belajar karena ikut-ikutan teman (atau “teman”)

Ya banyak siswa yang belajar hanya karena ikut-ikutan teman. Jadi yang belajar sebenarnya adalah sang teman bukan dirinya, yang merasa butuh adalah sang teman bukan si pengikut, sehingga akhirnya yang mendapatkan manfaat terbanyak adalah si teman tadi. Kemampuan teman kamu bisa jadi sudah lebih dari kamu, sehingga akhirnya di tempat belajar kamu hanya melongo saja mendengar jawaban teman kamu, karena kamu gak tau sebenarnya tentang tema yang dipelajari. Jadi mulailah keinginan belajar itu dari diri sendiri jangan dari keinginan teman.

 

  1. Belajar hanya mencari jawaban yang benar

Kalo kamu sering nanya ke guru kamu “Jadi jawabannya apa kak? A atau B?” maka kemungkinan kamu sudah masuk pada ciri-ciri yang demikian. Belajar itu mencari hasil yang benar bukan semata-mata jawaban A atau B, karena bisa jadi jawabannya bisa A dan B (dua-duanya benar), tergantung asumsi (syarat) yang dipakai untuk menilai. Terutama dalam ilmu-ilmu sosial, perbedaan pendapat antar pengajar sangat mungkin terjadi  karena perbedaan persepsi dari si pengajar. Belajar saja, dan jangan memusingkan jawabannya A atau B atau C, semakin banyak yang kamu pelajari maka kamu akan bisa mencari argumentasi sendiri dari soal yang ada dan mencari jawaban yang paling baik.

 

  1. Jujur pada diri sendiri

Salah satu syarat menjadi pembelajar adalah jujur pada diri sendiri dan mau mengakui bahwa saya tidak bisa. Segala usaha untuk menutup-nutupi ketidakbisaan kamu akan merugikan diri kamu sendiri, lagipula orang lain toh akan tahu juga kalo kamu tidak bisa, dan akhirnya kamu seperti bersembunyi di belakang lidi sebatang. Akui saja ketidakbisaan kamu dan belajar. Artikulasikan (nyatakan) dengan jelas ketidakbisaan kamu secara spesifik. Jangan bilang “Kak saya gak bisa matematika.” Pengajarnya akan bingung karena ilmu matematika itu luas, katakan saja “kak saya mau belajar trigonometri dan aljabar,” ini lebih spesifik dan jelas. Si pengajar juga tahu materi yang ingin diajarkan dan tanpa sadar kamu juga akan belajar (minimal) bahwa di pelajaran matematika ada bab trigonometri dan aljabar.  Selain itu jangan pernah bilang TIDAK, contoh jangan katakan “saya TIDAK bisa aljabar” tetapi katakan “saya BELUM bisa aljabar.” Hal ini setidaknya akan memberi dampak positif pada alam bawah sadar kamu.

 

  1. Jangan merasa cepat puas (atau meremehkan)

Sebagai pengajar saya sering ketemu siswa yang merasa sudah cukup belajar. Dia terlihat santai-santai pas saya tanya “kamu gak belajar?” dia bilang “Udah kak tadi sama si fulan.” Terus terang saya sering sebal dengan siswa yang merasa sudah “cukup belajar” seperti ini. Terkesan menggampangkan pelajaran padahal cita-citanya tinggi seperti kuliah di FKUI. Well, pelajaran itu sangat banyak nak, jangan meremehkan seolah-olah kamu sudah menguasai semua pelajaran. Tahu gak kalian, kalo pelajaran yang sering membuat seorang siswa gagal UN bukanlah matematika, melainkan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Mengapa demikian? Ya karena banyak yang meremehkannya. Kedua pelajaran tersebut sering diremehkan padahal banyak di antara peserta didik yang tidak mampu mendapatkan nilai 100 (sempurna) di kedua pelajaran tadi. Jadi saran saya kalau kamu belum bisa dapat nilai sempurna pada setiap mata pelajaran yang diujikan maka jangan over PD dulu ya.

 

  1. Jadilah pembelajar aktif bukan pasif

Apa maksudnya pembelajar aktif? Pembelajar aktif adalah orang yang selalu berusaha belajar sendiri dari berbagai sumber yang ada. Apalagi maraknya teknologi informasi semakin memudahkan kamu untuk mencari berbagai sumber pengetahuan, kamu bahkan saat ini bisa mendebat guru kamu dengan berlandaskan informasi yang kamu peroleh di media online. Belajar itu tidak selalu “disuapi” oleh sang guru. Disuapi artinya belajar hanya saat berada di ruang kelas, saat jam belajar tertentu dan hanya mendengarkan saja (terus mencatat) penjelasan sang guru. Bila yang demikian kamu lakukan, maka itu adalah pembelajar yang pasif. Bisa juga sih, tapi kalo kamu berhadapan dengan ujian yang tingkat kesulitannya tinggi maka siswa-siswa yang bertipe pembelajar pasif inilah yang biasanya gagal. Dunia kampus di berbagai tempat saat ini sudah menerapkan metode “student centre learning”, artinya partisipasi aktif dari peserta didik sangat dituntut, sehingga kalo kamu masih mengandalkan cara pembelajar pasif, maka akan kesulitan bertahan di kampus-kampus terkemuka seperti UI, ITB, UGM.

 

Yah mungkin sekian dulu beberapa tips untuk menjadi pembelajar yang baik. Semoga teman-teman bisa sukses dalam mengikuti berbagai ujian yang akan dihadapi. (GAP)