Persentase Kelulusan Bimbel: Fakta atau Dusta?

Posted on Posted in Uncategorized

Dalam dunia bisnis, kesuksesan adalah hal yang penting. Kesuksesan sebuah bisnis juga berbeda-beda tergantung bidangnya. Bila produknya barang maka kesuksesan bisa berupa angka produk cacat yang rendah atau penjualan yang tinggi, sedangkan pada produk jasa kepuasan pelanggan menjadi ukuran utama. Kepuasan pelanggan pun merupakan sesuatu yang perlu penjelasan lebih lanjut. Bila jasanya adalah jasa penerbangan maka kepuasan pelanggan adalah pelayanan maskapai yang tepat waktu dan keselamatan, sedangkan pada jasa penginapan maka kepuasan pelanggan adalah kenyamanan kondisi kamar, fasilitas yang ada, dan lokasi yang strategis. Lalu bagaimana dengan jasa bimbingan belajar? Apa definisi kepuasan pelanggan bagi konsumen bimbingan belajar?

Kepuasan pelanggan bagi konsumen bimbingan belajar adalah diterimanya siswa pada PTN favorit yang diinginkannya. Semakin banyak yang lulus di PTN berarti semakin banyak konsumen yang puas dan berarti semakin sukses pula bimbingan belajar tersebut. Oleh sebab itu, tingkat  kelulusan siswa di PTN (success rate) sering menjadi acuan kesuksesan dan kualitas suatu bimbingan belajar. Semakin tinggi maka semakin sukses. Itulah sebabnya banyak bimbingan belajar yang berlomba-lomba  mencantumkan tingkat kelulusan siswanya untuk materi promosi.  Berlomba-lomba menaruh angka kelulusan setinggi-tingginya bahkan sampai tingkatan yang nyaris mustahil.

Nyaris Mustahil??? Ya. Contohnya, ada bimbel X yang memasang angka kelulusan 90%, bimbel Y angka kelulusan 95% atau bahkan bimbel Z yang tingkat kelulusannya 99%. Bombastis bukan??? Angka-angka kelulusan itu sedemikian tingginya yang bahkan menjadi to good to be true (nearly impossible). Mengapa demikian?  Seandainya teman-teman mau rasional sejenak maka akan paham sebabnya.

Angka 99% itu sulit dicapai karena bila bimbel Z siswanya 10 yang lulus 9 berarti kelulusannya 90%, bukan 99%. Angka 99% hanya bisa dicapai oleh bimbel yang jumlah siswanya paling sedikit 100 orang, dan dari 100 siswa ini yang lulus 99 orang. Tentu saja semua orang paham semakin besar jumlah siswa yang dimiliki suatu bimbingan belajar maka semakin sulit mempertahankan tingkat kelulusan yang tinggi. Contoh: jika suatu bimbel siswanya 10 orang maka jika lulus semua berarti lulus 100%, akan tetapi jika 2 tahun berikutnya siswanya 1000 orang maka sangat sulit mempertahankan angka kelulusan 100% alias yang lulus juga 1000 siswa. Oleh karena itu teman-teman harus memahami skala dari suatu bimbingan belajar. Jadi angka 99% itu fakta atau dusta?

Ada juga bimbel P yang menginfokan tahun lalu kelulusannya 85% dan tahun berikutnya 86%. Ada kenaikan 1%, bagus bukan? Ya tentu saja bagus. Akan tetapi apakah calon konsumen memahami kok bisa ya naik 1% padahal di brosurnya tertulis jumlah siswanya yang tidak sampai 50 orang? Jika jumlah siswa per tahun selalu di bawah 50 orang maka perubahan 1 orang siswa itu berarti perubahan sebesar 2%. Artinya, seharusnya perubahan yang tepat adalah tahun lalu 85%, tahun berikutnya 87%, 89%, 91% dst. Selisih 1% tidak mungkin terjadi jika jumlah siswanya di bawah 100 orang.  Lalu kenapa selisihnya hanya 1%? Aneh bukan? Jangan-jangan angkanya turun dari langit alias ngasal bin ngarang (atau yang penting di atas kompetitor). Jadi angka 85% itu fakta atau dusta?

Ada juga bimbel yang memanipulasi angka kelulusan dengan menggunakan kelulusan ganda (double counting). Contohnya adalah jika ada bimbel yang muridnya 10, yang lulus ada 4 orang (lulus 40%), namun dari 4 anak tersebut, masing-masing lulus di dua program studi yang berbeda, maka diklaim ada 8 siswa yang lulus (80%). Hehehe … ajaib bukan? Jadi angka 80% itu fakta atau dusta?

Lalu darimana caranya agar calon konsumen bisa tahu bahwa angka kelulusan yang ditampilkan sebuah bimbel adalah fakta bukan dusta? Ada beberapa cara sebenarnya yang bisa digunakan untuk mendeteksi kejujuran sebuah bimbingan belajar dalam menampilkan angka kelulusan siswanya tahun lalu. Cara-cara tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Periksa nama-nama siswa yang lulus.

Ya, periksa! Banyak bimbingan belajar yang hanya menampilkan angka-angka persentase kelulusannya saja tanpa data. Oleh sebab itu mintalah mereka untuk menunjukkan data siswa-siswanya yang lulus ke PTN bahkan minta fotonya bila perlu. Banyak bimbel yang menolak melakukan ini. Alasannya biasanya karena banyak yang lulus mas jadi saya tidak hafal satu persatu. Okelah kalau memang tidak hafal tapi bisa tidak bimbel tersebut menunjukkan kepada calon konsumen sumber untuk mendapatkan data tersebut. Kalau bimbel tersebut tidak dapat menunjukkannya kepada anda maka anda harus mulai waspada.

  1. Tanyakan jumlah siswa yang diasuh bimbel tersebut.

Jumlah siswa bisa menjadi indicator tingkat kelulusan yang seharusnya. Jika jumlah siswa sedikit di bawah 50 orang misalnya, maka tingkat kelulusan besar di atas 80% masih masuk akal dicapai. Tetapi jika jumlah siswa bimbel tersebut banyak, misal di atas 1000 orang, maka mempertahankan angka kelulusan di atas 75% saja sangat sulit dicapai. Hitung dengan seksama rasio siswa yang lulus dengan jumlah siswa seluruhnya. Minta informasi cara memperoleh angka kelulusan tersebut. Jika angkanya mencurigakan maka calon konsumen perlu waspada.

  1. Perhatikan lulusan dengan seksama jangan ada nama siswa tertulis dua kali.

Ya, sering sekali agar jumlah lulusan terlihat banyak maka banyak bimbel yang mencantumkan nama siswanya 2 kali. Bila ketahuan alasannya biasanya karena salah cetak atau salah ketik. Alasan tersebut benar bila hanya terjadi 1-2 kali, tetapi bila terjadi berkali-kali berarti bukan salah cetak.

Lalu bagaimana dengan Bimbel Lavender sendiri? Pembaca silakan memeriksanya sendiri. You Got What You Pay!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *