Lavender Around The World – Singapore

Posted on Posted in Uncategorized

Kali ini kami dari Lavender ingin berbagi cerita dan pengalaman mengenai liburan kami di Singapore. Semoga cerita ini bisa menjadi pelajaran untuk Indonesia agar bisa maju dan berkembang. Kami berkesempatan untuk mengadakan acara #LavenderAroundTheWorld ke negeri tetangga yang mempunyai Negeri Seribu Satu Larangan, yaitu Singapura. Kami pergi kesana pada tanggal 30 September 2014 dan pulang ke Indonesia tanggal 2 Oktober 2014. Banyak sekali hikmah dan pelajaran yang kami ambil setelah selama 3 hari berada disana. Mulai dari cerita kami setelah menginjakkan kaki di Changi Airport sampai menginjakkan kaki di Bandara Soekarno Hatta.

  1. Changi International Airport

Changi Airport termasuk ke top 100 bandara terbaik di dunia versi Skytrax. Kalo menurut kami memang pantas Changi masuk dalam kategori tersebut. Kalo kami lihat Changi lebih mirip gabungan dari Mall dan Bandara. Di dalamnya banyak dijual peralatan dan perlengkapan bagus dan mewah (banget). Banyak fasilitas dan tempat untuk istirahat sambil menunggu pintu pesawat dibuka. Disana ada fasilitas kursi pijat free, taman kupu-kupu free, kursi kolam koi, kursi pantai, dan lain-lain. Mungkin Bandara Soekarno Hatta bisa memberikan fasilitas seperti itu agar para penumpang pesawat nyaman menunggu.

  1. Transportasi Mudah dan Nyaman

Di Singapura ada yang namanya Mass Rapid Transit (MRT), semacam KRL-nya singapura tapi lebih mirip kepada subway (stasiun bawah tanah). Rel MRT disana sama sekali tidak mengganggu perjalanan bagi penumpang mobil, motor, atau bus sehingga jalan disana jarang macet. Stasiun disana rata-rata besar dan nyaman. MRT ini menjangkau hampir semua daerah di Singapura. Jadi jika Anda tersesat jauh, cukup pergi ke stasiun MRT terdekat sambil lihat peta MRT kemudian cari stasiun MRT tujuan Anda. Jadwal MRT disana secara umum sangat tepat waktu sehingga membuat penumpangnya nyaman dan tidak berebut kereta. Indonesia sebaiknya meniru sistem transportasi di luar negeri agar penumpang di Indonesia nyaman dan tidak berdesak-desakan. Secara umum transportasi disana sangat memudahkan warga disana. Di setiap halte atau stasiun ditempel peta transportasinya sehingga memudahkan kita dalam bepergian.

  1. Singapura Negeri Berbagai Etnis

Penduduk Singapura terdiri dari berbagai etnis, yaitu sebagian besar Cina, Melayu, dan India. Disana ada yang namanya daerah Chinatown, Little India, dan Bugis Street. Kalo kami lihat penduduk disana sangat individualis, mereka jarang berbaur antar etnis. Orang india bergaulnya sama india, cina dengan cina, dan melayu dengan melayu. Disana juga tidak memiliki bahasa yang bisa menyatukan penduduk Singapura. Tidak seperti negeri kita yang memiliki bahasa Indonesia sebagai satu bahasa kita semua. Oleh karena itu, salut buat presiden Soekarno yang telah menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu kita. Jawa Barat boleh memiliki bahasa Sunda, Jawa Tengah dan Jawa Timur boleh memiliki bahasa Jawa, NTT dan NTB boleh memiliki bahasa Sasak, tapi kita semua harus memiliki bahasa kita bersama, yaitu bahasa Indonesia.

  1. Singapura Negeri 1001 Larangan

Singapura dijuluki negeri 1001 larangan dikarenakan banyak sekali larangan yang diberlakukan di sana. Selain itu, denda yang diberlakukan jika melanggar larangan tersebut sangat mahal. Sebagai contoh di MRT dilarang makan dan minum, jika melanggar maka akan didenda sebesar S$500. Peraturan itu dibuat agar menjaga kebersihan kereta MRT. Disana petugas kepolisian jarang sekali ditemukan, namun disana setiap sudut memiliki kamera CCTV untuk memantau keadaan.

  1. Kelebihan Lain Yang Mungkin Bisa Dicontoh Indonesia

Kelebihan lain yang mungkin bisa dicontoh oleh Indonesia adalah sebagian besar warga disana sangat taat peraturan. Sebagai contoh dalam menyebrang jalan, mereka sangat taat  menunggu sampai lampu pejalan kaki untuk menyebrang berwarna hijau. Orang-orang disana taat membuang sampah pada tempatnya, makanya Singapura terkenal Negara yang rapid an bersih. Kemudian kelebihan selanjutnya adalah disana sangat menghargai orang yang memiliki kekurangan atau orang cacat. Disana disediakan lift untuk orang cacat dan ibu yang membawa stroller bayi di berbagai tempat. Sebagai contoh di setiap stasiun MRT memiliki lift tersebut sehingga memudahkan mereka yang kesulitan naik tangga atau ekskalator. Kelebihan selanjutnya adalah anti macet. Walaupun Singapura terkenal padat, tapi disana bebas dari kemacetan. Disana tidak ada transportasi umum yang berhenti sembarangan. Setiap transportasi umum berhenti pada  tempatnya sehingga tidak menyebabkan kemacetan.

Sekian hikmah dan pelajaran yang bisa kami bagikan kepada Anda. Semoga negara kita bisa mencontoh dan memperbaiki kekurangan yang ada agar menjadi lebih baik.