Hikmah Berarung Jeram

Posted on Posted in Uncategorized

Apa kabar teman-teman semua? Selamat menikmati hari libur ya. Kami pun di bimbel Lavender juga demikian. Dalam rangka memasuki musim liburan dan untuk mengakhiri kegiatan belajar mengajar di semester satu, maka bimbel Lavender yang katanya bimbel terbaik di Indonesia itu (cieee….) mengadakan acara arung jeram alias rafting.
Acara arung jeram diikuti bersama oleh-oleh siswa-siswi, guru-guru, staf, serta keluarga guru dan staf bimbel Lavender. Jadi kami semua bersenang-senang di sungai Citarik Sukabumi. Bersenang-senang saja? Tidak! Dalam berarung jeram tidak hanya bersenang-senang belaka, tetapi banyak pelajaran yang terkandung di dalamnya. Apa saja pelajaran yang dapat dipetik dari berarung jeram itu?
Berikut pelajaran-pelajaran dari kegiatan berarung jeram itu:

1. Lanjutkan perjalanan dan tetap mendayung

Kehidupan manusia itu ibarat perahu yang sedang melaju di sungai. Ada kalanya sungai sedang tenang dan ada sungai dalam keadaan bergelombang penuh jeram serta banyak batu-batu menghadang. Seperti halnya kehidupan setiap manusia ada kalanya semua sedang baik-baik saja, tetapi ada saatnya muncul gelombang atau ujian hidup. Lalu bagaimana cara melaluinya? Pelajaran dari berarung jeram adalah nikmati saja jeram-jeram kehidupan tersebut dan tetaplah melaju, suatu saat nanti juga jeram-jeram itu akan terlewati (life must go on), atau bahasa sekarangnya adalah move on.

2. Siapkan peralatan dan perlengkapan

Saat berarung jeram peserta menggunakan berbagai peralatan seperti perahu karet, pelampung, helm, serta dayung. Demikian pula dalam menjalani kehidupan, manusia perlu peralatan dan perlengkapan yang tepat. Seorang dokter akan mendiagnosis pasiennya dengan peralatan yang tepat, seorang arsitek akan mendesain sebuah rumah dengan peralatan yang tepat, dan tentunya seorang pelajar akan bisa menerima pelajaran secara baik bila menyiapkan perlengkapan yang. Terutama saat menghadapi ujian-ujian PTN kelengkapan peralatan akan menjadi salah satu factor yang penting lo.

3. Bersama-sama dan bekerja sama

Dalam satu perahu maka tidak berisi satu orang, melainkan diisi 4 sampai 5 orang. Apa artinya? Perahu harus didayung bersama-sama tidak bisa sendirian. Demikian pula halnya bila seorang manusia ingin menjalani jeram-jeram kehidupan ini. Jangan sendirian! Beban kehidupan akan terasa berat jika ditanggung sendirian. Itulah sebabnya para orang tua kita mengajarkan untuk hidup bergotong-royong, saling membantu satu sama lain. Bentuk kebersamaan yang paling kecil adalah keluarga. Dalam membentuk keluarga tidak mungkin seseorang hanya sendirian saja.
Manusia adalah homo socius, yang berarti manusia tidak akan mampu hidup tanpa manusia lain. Manusia perlu teman, perlu tim, perlu kerjasama untuk mendayung ke arah yang sama. Itulah salah satu pelajaran dari arung jeram. Perlu adanya kerja sama untuk mencapai tujuan bukan sama-sama kerja atau yang lebih parah dikerjain sama-sama :). Ya semua perlu mendayung ke arah sama (kerja sama). Jangan mendayung sendiri-sendiri, ada yang mendayung ke depan dan ada yang mendayung ke belakang (sama-sama kerja). Serta jangan sampai yang mendayung hanya 1 orang, yang lain selfie (dikerjain sama-sama).

4. Percayakan pada ahlinya

Dalam satu perahu arung jeram ada seorang pemandu yang bertugas memberi instruksi kepada para peserta arung jeram. Instruksi-instruksi ini harus diikuti oleh para peserta. Selain itu ada juga perahu khusus yang berisi para pemandu berpengalaman yang akan menemani kami dalam berarung jeram. Perahu para pemandu akan melewati jeram-jeram yang ada baru setelah itu diikuti oleh perahu-perahu lainnya.
Kehidupan ini pun demikian, manusia memerlukan pemandu, guru, pelatih, trainer, atau apapun namanya. Para pemandu ini sudah melewati jeram-jeram permasalahan yang ada terlebih dulu sehingga mereka akan menunjukkan caranya melewati permasalahan yang ada. Demikian juga para peserta-peserta bimbel Lavender yang ingin sukses masuk PTN juga memerlukan pemandu. Kami bimbel Lavender bisa memandu anda sukses dalam ujian PTN selama anda mengikuti panduan kami.
Peran pemandu selain memberi petunjuk bagi peserta didiknya tapi juga memberitahu sisi-sisi lain yang tidak terlihat oleh peserta didiknya. Sebagai ilustrasi adalah Chris John petinju professional dari Indonesia. Chris John sebagai petinju professional memiliki pelatih. Pelatih ini bila bertinju langsung dengan Chris John maka kemungkinan besar dia akan kalah oleh Chris John. Lalu kenapa Chris John berlatih pada si pelatih tersebut? Karena si pelatih melihat sisi yang tidak terlihat oleh Chris John, dan dia akan memberi tahu Chris John cara bertinju yang seharusnya dia lakukan.

5. Fisik yang sehat

Arung jeram adalah olahraga yang menguras energy. Mendayung dan bertahan untuk duduk di perahu saat jeram-jeram menghadang membutuhkan stamina yang tidak sedikit. Tanpa fisik yang sehat maka akan sangat sulit ‘menikmati’ jeram-jeram di sungai. Sama halnya dengan kehidupan ini. Kehidupan ini memiliki banyak peluang dan tantangan. Berbagai peluang dan tantangan ini bila ingin dihadapi maka membutuhkan fisik yang sehat. Itulah sebabnya banyak orang yang merasa berat menjalani kehidupan karena boleh jadi karena kondisi fisiknya sedang tidak sehat. Banyak siswa yang sulit mencerna pelajaran disebabkan kondisi fisik yang tidak sehat karena kebiasaan yang tidak sehat seperti banyak bergadang, makan makanan yang tidak sehat, tidak biasa berolahraga, dll. Tuhan sendiri lebih menyukai hamba-Nya yang memiliki fisik yang kuat dan sehat dibanding hamba yang memiliki fisik yang lemah dan sakit-sakitan.

6. Berdoa

Sebelum mulai arung jeram kami mengawali kegiatan dengan berdoa. Mengapa? Ya karena arung jeram adalah olahraga yang memiliki risiko, apalagi terkait langsung dengan factor alam. Untuk mengurangi risiko dari alam maka perlindungan dari Tuhan sangat dibutuhkan. Seperti halnya dalam kehidupan, banyak sekali risiko yang membayangi kehidupan seorang manusia. Itulah sebabnya kedekatan kepada Tuhan YME sangat dibutuhkan. Karena hanya dengan pertolongan Tuhanlah maka manusia dapat menjalani kehidupannya dengan selamat.

[one_third]

rafting1

[/one_third] [one_third]

rafting1

[/one_third] [one_third_last]

rafting1

[/one_third_last]

Demikianlah beberapa pelajaran yang dapat diambil dari kegiatan kami berarung jeram. Itulah sebabnya kami (bimbel Lavender) menggunakan arung jeram sebagai salah satu sarana pembelajaran selain sebagai sarana hiburan. Sampai di sini dulu ulasan kami ya. Salam sukses.

Author
Galih Pandekar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *