Depoknews.id “Para Pemburu Kursi Perguruan Tinggi Negeri…”

Posted on Posted in Uncategorized

Depok News – Ingin lulus diterima belajar di Perguruan Tinggi Negeri (PTN)? Belajar dengan fokus! Itu seperti slogan tak tertulis yang terpampang di dinding setiap kampus idaman di mata mereka yang ingin kuliah di universitas top dalam negeri. Namun “Belajar dan fokus” seperti paduan dua kata yang sulit terwujud di tengah membanjirnya informasi dan infotainment melalui berbagai sarana teknologi.

Nah bagi pelajar yang sebentar lagi akan lulus Sekolah Menengah Atas, mereka perlu metode belajar yang menyenangkan dan tidak membuat stres agar bisa masuk PTN idaman. “Itulah mengapa kami hadir dengan metode pembelajaran yang sengaja dibuat ringkas dan cerdas dalam bentuk karantina,” kata Galih Pandekar, pendiri Bimbingan Belajar (bimbel) Lavender di Depok.

Sebelumnya Galih dan rekan-rekannya merumuskan konsep pendekatan yang pas di tengah era membanjirnya informasi dan banyaknya fasilitas serta sarana yang bisa mengganggu konsentrasi siswa.

Berdasarkan pengalamannya sebagai peserta dan pengajar bimbel, bahkan dosen UI, Galih berupaya mendalami proses persiapan masuk PTN. Ia juga terus mengamati bagaimana respon para peserta bimbel selama lima tahun terakhir.

ui(2)

Metode Belajar

Salah satu kunci keberhasilan program bimbel adalah metode belajar yang diterapkan secara pas dan tepat di setiap kesempatan belajar mengajar. Pola belajar intensif di dalam kelas, belajar mandiri, diskusi malam dan tes harian, menjadi kombinasi proses belajar yang saling mengisi dan mengoreksi. Mendekati ujian, para peserta harus mengikuti sejumlah “try out” sebagai ajang tolak ukur keberhasilan proses belajar.

“Setiap hari kemampuan kami menguasai materi terus diasah. Penguasaan pola-pola soal try out terus diulang-ulang hingga kami benar-benar menguasainya. Guru-gurunya sangat membantu kami paham konsep pelajaran dan asik cara membimbingnya,” kata Jeffrey Sondakh, salah satu alumni Lavender tahun 2011 yang kini berkuliah di Fakultas Kedokteran UI.

Selain mengikuti sejumlah Try Out, para peserta bimbel juga mengikuti simulasi soal-soal Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) dan Seleksi Masuk Universitas Indonesia (SIMAK UI). “Try out dan pelajarannya juga sesuai banget dengan prediksi soal yang keluar pas ujian sesungguhnya,” ungkap Orgea Bungawali, alumni Lavender tahun 2013 yang kini kuliah di Ilmu Komunikasi UI.

Berdasarkan pantauan Depok News, salah satu keunggulan Lavender yang faktanya mampu mengantarkan 80 persennya peserta bimbelnya lulus masuk PTN adalah karena dikelola oleh dosen-dosen UI yang berpengalaman mengajarkan penyelesaian soal-soal SBMPTN dan SIMAK UI dengan cepat dan tepat.

“Oleh karena itu, try out dan tes harian rutin dilakukan dan hasilnya terus dievaluasi sehingga kemajuan atau kemunduran siswa dapat dipantau serta dianalisa sejak dini,” ujar Galih.

Yang tak kalah serunya, selama di karantina, para peserta juga akan mengikuti program out bound dan tour de campus UI agar benar-benar mengenal dan merasakan suasana perkuliahan untuk menumbuhkan motivasi. Semangat dan daya dorong para peserta bmbel juga terus dikawal melalui bimbingan oleh para psikolog berdasarkan hasil psikotes.

Suasana ruang kelas bimbingan belajar Lavender
Suasana ruang kelas bimbingan belajar Lavender

Karantina Premium

Selain metode belajar, menurut pengalaman para guru dan pelajar, suasana selama proses belajar mengajar berlangsung juga menjadi salah satu kunci penentu keberhasilan.

“Biasanya suasana belajar yang menyenangkan sangat membantu para peserta bisa fokus mengejar target yang telah ditetapkan. Makanya kita tidak mau ambil risiko dengan adanya gangguan dari luar. Para peserta wajib mengikuti karantina selama delapan pekan,” tambah Galih.

Lavender menyediakan tiga pilihan tempat tinggal selama mengikuti Karantina yakni di Wisma Makara yang lokasinya di dalam kampus UI serta hotel Bumi Wiyata dan Hotel Santika yang lokasinya di jalan margonda. Suasana tempat tinggal yang nyaman dan sekelas hotel diharapkan membuat materi belajar mengajar yang padat dapat dilalui peserta bimbel dengan menyenangkan.

“Fasilitasnya oke, selain itu kami juga diberi motivasi juga. suasana belajar jadi kondusif,” kata Raania Amaani, salah satu alumni tahun 2014 yang kini kuliah di Fakultas Kedokteran UI.

Selain pengajar, metode belajar dan fasilitas yang keren, salah satu yang menarik dari bimbel Lavender adalah jaminan uang kembali bagi peserta yang akhirnya tidak tembus masuk PTN. “Ya kami memberikan jaminan itu. Yang kami kembalikan 100 persen adalah biaya belajar mengajarnya, sementara biaya hidup atau living cost tetap diperhitungkan,” kata Galih.

Untuk tahun 2016, program Karantina Premium akan berlangsung dari bulan April hingga Juni. Biaya yang harus dibayarkan peserta mencapai hampir Rp60juta dengan waktu karantina kurang lebih 60 hari. Biaya sudah termasuk menginap di Wisma Makara UI, bimbingan konseling, makan 3x sehari serta coffee break, biaya formulir pendaftaran SBMPTN, antar jemput ke tempat ujian SBMPTN, modul serta buku latihan tambahan, training motivasi, pendaftaran dan penjemputan pada saat ujian berlangsung, outbound serta tour de campus UI. Termasuk juga di dalamnya biaya laundry dan cinderamata.

“Meski program mulai berlangsung pada bulan April 2016 tapi biasanya bulan November 2015 kami sudah tutup pendaftaran. berdasarkan pengalaman dua tiga tahun terakhir, pesertanya membludak dari sebelumnya hanya satu kelas menjadi tiga kelas,” kata Galih.

Pada tahun 2015, sebanyak 90 peserta diterima di PTN, separuhnya diterima masuk Universitas Indonesia dan mayoritas di Fakultas Teknik UI. Mulai tahun ini, peserta bimbel Lavender yang tak berhasil masuk PTN bisa langsung mengikuti program persiapan sekolah ke Jerman dan Perancis.

“Kami mulai tahun ini bekerjasama dengan lembaga Exzellenz yang menyiapkan para pelajar untuk siap berkuliah di Eropa. Kebetulan lokasi Lembaga Exzellenz berada di Perumahan Pesona Depok, tak jauh dari pusat bimbel Lavender yang terletak di perkantoran Taman Melati jalan Margonda Depok,” pungkas Galih. (FR)

“Karantina Premium” para pemburu kursi Perguruan Tinggi Negeri ada di Kota Depok lho!

2 thoughts on “Depoknews.id “Para Pemburu Kursi Perguruan Tinggi Negeri…”

    1. Mahal atau tidak itu relatif. Kami menyediakan paket karantina sesuai kebutuhan si peserta. Harga paket karantina kami menggunakan hotel bintang 3 atau 4 (tergantung peserta dan orang tua ingin pilih yang mana). Fasilitas yang kami berikan juga sudah all-in (komplit), yaitu makan 3x, snack 3x, laundry, biaya pendaftaran formulir, dll. Kami memilih hotel bintang 3 atau 4 agar mendukung pembelajaran serta kenyamanan peserta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *